Sajak-sajak para pujangga yang gila atas cinta akan membuat dunia mengubah kebijakannya. Entah mengapa dan dari mana datangnya. (Mungkin karena dunia jua tengah jatuh cinta.)
Setiap kata yang diguratkan Tuhan di lembaran daun yang mengalir di sungai berwangikan anyelir dapat memberi setiap pencinta sebuah tahta. Kemenangan atas perasaan mereka.
Tadinya aku bukan salah satu dari mereka, aku hanya pengelana. Dan cinta hanya sebuah berita yang datangnya dari raja-raja. Aku sering bernyanyi di istana, kusampaikan pada raja bahwa cinta hanya melodi-melodi biasa yang jika dinyanyikan bisa membuat sakit telinga.
Tadinya …
Sebelum aku mengunyah kata dan kini dipaksa menelannya. Sebelum senja merona di matanya.
Setiap langkah yang dia ambil, menyisir ketebalan akalku yang tegas hendak melawan kekekalan materi penyusun semesta. Sederhananya, dia membelah mentah-mentah aku tepat menjadi dua bagian. Separuh nyata, separuh cerita.