Tagged
mariahulfa


Text

Sajak-sajak para pujangga yang gila atas cinta akan membuat dunia mengubah kebijakannya. Entah mengapa dan dari mana datangnya. (Mungkin karena dunia jua tengah jatuh cinta.)

Setiap kata yang diguratkan Tuhan di lembaran daun yang mengalir di sungai berwangikan anyelir dapat memberi setiap pencinta sebuah tahta. Kemenangan atas perasaan mereka.

Tadinya aku bukan salah satu dari mereka, aku hanya pengelana. Dan cinta hanya sebuah berita yang datangnya dari raja-raja. Aku sering bernyanyi di istana, kusampaikan pada raja bahwa cinta hanya melodi-melodi biasa yang jika dinyanyikan bisa membuat sakit telinga.

Tadinya …

Sebelum aku mengunyah kata dan kini dipaksa menelannya. Sebelum senja merona di matanya.

Setiap langkah yang dia ambil, menyisir ketebalan akalku yang tegas hendak melawan kekekalan materi penyusun semesta. Sederhananya, dia membelah mentah-mentah aku tepat menjadi dua bagian. Separuh nyata, separuh cerita.

12:46 am, BY sargani[1 note]

Text
Mariah

Yang kukira tadinya tak dapat kutemukan dari dirimu dan tak perlu aku cari, kini justru kulihat menempel di diriku. Bahkan aku bawa sampai ke atas sajadah. Mungkin memang telah menjadi kemauan kita sebelumnya walaupun tadinya terkunci sendiri kalau sekarang terwujud sehebat ini.

Siapa sangka Vivaldi bisa menari bersamaku sepanjang hari seperti di dongeng-dongeng kami berkelana dari desa ke desa menyebarkan berita tentang berhentinya waktu saat pandanganku bertemu matamu, sementara Santiago masih menggembala dombanya di pinggiran Andalusia.

Telahlah berlalu kemurunganku. Bersamamu, mahluk dari sesuatu yang nyata dan separuh cerita. Dua musim kita bersama, dan musim penghujan membasahi kita dengan air dan cinta.

05:45 pm, BY sargani

Text
Saat Kau Memberiku Sebuah Pandangan

Pertama-tama aku mengecil, manunggal bersama cahaya berputar ke dalamnya, memantul dan berbalik.

Aku, menyisa dalam siluet, berporos di tengah. Bergerak perlahan mengitari (dan diwarnai oleh) irismu.

Sampai mana aku? Seperti yang seharusnya, aku tak berkenan berenang di permukaannya.

aku menyelam atau aku tenggelam?

Petulia-ku….

Tiap, tiap pandangan yang datang dari matamu. Entah kemana aku dibawanya.

———————-dan hanya apabila———————-

pandangan itu sudah kehabisan cerita atau bahkan tak mau lagi bercerita, yang kutatap masih bola mata yang sama. Nostalgia? Mungkin kau masih ingat Petulia…

11:20 pm, BY sargani[2 notes]

Text

Minggu ini, aku jatuh cinta berulang kali. pada wanita yang sama. seperti ledakan-ledakan meriam pada senandung Tchaikovsky, seperti tikaman-tikaman pada hikayat Agatha Christie.

Dekap aku, dekap aku wahai wanita bersiluet senja. Bagiku sudah jelas, penciptaan kita untuk tercipta supernova, penyatuan masa, penghamburan semesta.

01:48 pm, BY sargani[1 note]

Text

Adinda,

Aku kau robohkan lagi sebegitu mudahnya

Beserta keangkuhan yang aku tak sengaja bina

Pilar-pilar di selasar kekang amarah munkar

Kau tarik hingga robek gugur dalam lembar

Adinda,

Derai rindu tak kadang bawa nestapa

Jika kita tak buka lebar tangan

Menatap tak takut melawan

Kita hanya bincangan belaka

Adinda,

Cintaku itu bukan bulan malam hari

Cintaku itu tinta.

Cintamu itu bukan mentari awal hari

Cintamu itu pena.

Adinda,

Mau kita tulis di mana kalam kita?

Di kitab awan senja dalam balut samudera; di bawah angkasa mayapada

atau

di buku rongga sanubari penuh puisi; di dalam badan sendiri?

04:33 pm, BY sargani

audio
[Flash 9 is required to listen to audio.]

bright are the stars that shine

dark is the sky

i know this love of mine

will never die.

And i love her

05:28 pm, BY sargani

Text
Delusion of Erotomanic

(i)

naik darahnya;

ia hanya merasa kekurangan kata

-Untuk apa?

mungkin untuk menguapkan dirinya menjadi angin dan kemudian mencari hatinya yang terbang entah ke mana, kalau tak salah beberapa derajat melawan tenggara. Padahal di malam ini, dia sebaiknya sudah bisa menyusup ke kamar wanitanya, atau paling tidak mengamati si nona dari balik kaca.

Rindunya mengada-ngada!

(ii)

malam menangkapnya;

ia terus mencoba menahan pikirannya

-Untuk apa?

mungkin untuk terhindar dari pengharapan tentang sebuah kemampuan si prianya yang bisa merubah wujudnya menjadi angin kemudian mengetuk jendela kamarnya. Padahal malam ini ia harusnya sudah pergi ke tenggara menemui prianya.

Rindunya mengada-ngada!

08:18 pm, BY sargani

Text
#rindu dari @regeramdhana untuk @PutriMariah

  • dengan ribuan pengertiannya, berbanggalah kita yg tengah memilikinya
  • sedang kutabung , nanti kita hitung saat kita bertemu
  • bukan masalah waktu, contohnya aku sudah cukup merindu ketika kau ke dapur untuk mengambil minum untukku
  • adalah kaktus yang tumbuh subur dari pertemuan yang tandus
  • karenamu aku rela jadi babu
  • aku tak lagi memiliki bila telah bisa kugenggam bayangmu
  • jika kau buka mata, itu kuas yang mewarna udara
  • menghambat denting detik jadi bergerak makin lambat
  • hanya dengan kita bisa menari dalam ekstasi
  • tak dijelaskan dibuku, cuma bisa kutemu di tawamu
  • kuharap yang kita punya, sama
  • yang kau uapkan, deras menghujaniku. Kini kualirkan lagi padamu
  • bukan cuma manusia yg punya, burung juga!”, kicau si elang yang sempet ngetwit sambil terbang bwa daging tikus mau pulang
  • terima kasih telah kau bekali aku tiap selesai bertamu dari rumahmu
  • kalau ada gelas terisi air dan udara setengah-setengah, sedangkan air dan udara adalah #rindu . Maka apa yang aku teguk menurutmu?

(Source: http)

08:01 pm, BY sargani[5 notes]

Text
Dua Tahun (Ternyata) Dia Mengeja

Aku seorang majenun

yang tak tahu di mana Lailanya berada.

Namun kutetap menyurati dia -kutanyai dia tentang kabar pencinta lainnya yang mungkin ia temui sepanjang perjalanannya menuju Roma-

lewat cuaca.

             Aku seorang majenun

             yang berteman sunyi.

             Aku dan sunyi adalah asap dan api -Satu-satunya yang membedaka kami, aku punya hati. Di mana dalam hati itu aku tetap dapat berpilin dan berpuisi-

             seperti telah diberkati.

Aku seorang majenun

yang tidak menyadari

Laila di pojok kelas dua tahun mengeja cinta

dan semuanya berhenti

setelah aku bisa banyak berkata-kata, ternyata tak kupelajari apa-apa.

            Sekarang, alaf ini milik kita!

06:05 pm, BY sargani

Text
Sajak Nakal

Doa-doaku

Menyelinap ke dalam

Kutangmu. Seperti tangan

             Tanganku

             Nakal

             Seperti doa

Meremas payudaramu

Di sorga

(Acep Zamzam Noor)

02:08 pm, BY sargani