Sekarang tinggalah aku untuk memilih
ada di kemilau seraya dibisiki, “Kau mengerti pesanku, Nak. Pesanku sewaktu masih bersamamu.”
ataukah
ada di temaram seraya diratapi, “Apa kata bapak juga, kenapa tak kau gali pesanku dulu, dulu sewaktu aku masih bersamamu.”