Text
Berak dan Ibadah

Suatu malam saya berbincang dengan paman, kesana kemari. Kami buka perbincangan mengenai Gus Dur (semoga Allah Memberikan terbaik untuknya), kemudian bergeser ke olahraga, pembangunan negara dan yang terkahir, agama.

Kami sepakat, misi yang seorang manusia miliki hanya satu yaitu ibadah. Tak kurang, tak lebih. Kemudian kami sedikit elaborasi, apa saja yang disebut ibadah dalam agama kami ini. Ternyata ibadah tak hanya solat, shaum, zakat, nai haji dan sebagainya yang sejenis yang secara tekstual Allah perintahkan. Namun segalanya, selama tidak melanggar larangan Allah, bisa jadi ibadah. Bagaimana caranya? Niatkan! Sering kita dengar hadist berikut:“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan….” (HR; Bukhari & Muslim). Maka jelaslah bahwa jika kita melakukan suatu hal, niatkanlah sebagai ibadah hanya karena Allah. Saat kita membaca novel, menulis puisi, pergi menjemput seseorang, makan, minum, internetan, dan apapun asalkan tidak bertolak belakang dengan apa yang diperbolehkan oleh Allah, niatkanlah ibadah agar kita diganjar atas perbuatan itu sebagai ibadah sehingga tujuan kita ada di muka bumi pun kita penuhi. 

Namun ingat, niat ibadahnya harus semata-mata karena Allah. Jangan karena ingin dilihat orang. Mungkin hal itu mudah untuk dihindari bagi beberapa orang, tetapi bagaimana niat ibadah yanghanya untuk menggugurkan kewajiban saja? Pada umumnya kita menjalankan ibadah hanya untuk menggugurkan kewajiban atau hanya untuk menghindari dosa saja. Niat ini kurang baik adanya, sesungguhnya Allah tidak membutuhkan ibadah kita sedikitpun, bahkan kalaupun semua manusia membangkang dan tak menyembah Allah, hal itu tidak berpengaruh sedikitpun kepadaNya. Karena kita yang butuh ibadah kita sendiri.

Niat lainnya yang menurut saya benar tetapi kurang baik yaitu niat ibadah karena pahala atau ganjarannya. Bukan salah, hanya kurang bijak. Pahala merupakan ganjaran, reward bagi kita apabila kita ibadah tentunya dengan prasyarat tertentu yang telah Allah tentukan, seperti benar tatacaranya dan yang terpenting keikhlasannya. Tak ada jaminan ibadah kita diterima oleh Allah, karena Allah hanya menerima yang terbaik dari hambaNya jadi belum tentu juga dengan melakukan ibadah tersebut kita mendapat ganjaran yang (seakan-akan) menjadi goal kita.

Lalu niat ibadah seperti apa yang baik? Niat ibadah hanya karena Allah. Karena kita cinta kepadaNya. Dengan kecintaan itu maka kesungguhan dan keikhlasan akan lebih mudah timbul. Bagaimana sesungguhnya ibadah yang ikhlas itu? Si paman kemudian bercerita perbincangannya dengan seorang kenalannya. Dia dengan mudah menganalogikan sesuatu yang kita lakukan dengan ikhlas diantaranya yaitu (maaf) berak, atau BAB. 

Penganalogian ini memang kesannya kurang baik, tetapi sangat masuk akal dan mudah dimengerti. Saya, jujur saja, lebih merasa ikhlas untuk BAB daripada solat isya. Saat mules, secepat kilat saya mencari WC untuk ‘menjalankan keharusan saya’ dengan ikhlas. Dulu, semasa saya masih merokok, saya BAB harus sambil merokok karena merasa lebih nikmat. Bahkan ada beberapa orang yang saya kenal bahwa dirinya harus berak setiap hari. Artinya dia telah meletakan aktivitas berak ini (yang memang secara ilmiah sangat diwajibkan) di tataran atas dalam daftar kegiatannya sehari-hari.

Nah bagaimana dengan ibadah kita? Sudahkah kita menunaikannya dengan keikhlasan (paling tidak) setingkat berak saja? Sudahkah kita mengutamakan solat saja contohnya yang jelas-jelas wajib? Ketika adzan, sudahkah kita bergegas? Sudahkah kita menikmati solat kita? Sudahkah kita menggunakan atribut yang kita nilai sebagai pernghargaan lebih terhadap ibadah yang kita lakukan karena kita tahu siapa yang kita tuju di ibadah tersebut?

Mungkin bagi kita yang masih senantiasa belajar, ibadah bagi kita hanya sebatas berak. Bagi mereka di atas kita, ibadah akan seperti makan+minum. Bagi orang-orang tertentu ibadah akan seperti bernafas. Semoga kita mencapai taraf tersebut. Amin

Wallahu a’lam bissawab

11:41 pm, BY sargani[2 notes]

  1. sargani posted this