Text
Komunisme dari DDIP Miriam Budiadjo

Komunisme lahir pada awal abad ke-19 dari otak seorang Karl Marx. Pada masanya, perindustrian di Jerman tengah berkembang. Sementara keadaan sosial buruh sangatlah menyedihkan. Buruh dibayar sangat murah dengan jam kerja yang sangat panjang dan adanya penyalahgunaan tenaga kerja wanita dan anak-anak sebagai tenaga kerja murah. Hal ini membuat Marx menyusun sebuah teori yang ia beri nama sebagai scientific socialism dengan maksud membedakan dengan Sosialis Utopis yang diprakarsai Robert Owen, Saint Simon dan Fourier.

            Sosialisme Ilmiah yang disusun Marx mencoba memasukan hukum-hukum ilmiah yang bisa diaplikasikan untuk memperbaiki keadaan Jerman saat itu. Salah satu hukum ilmiah yang Marx masukan yaitu teori dialektis yang dicetuskan oleh Hegel, seorang filsuf idealisme. Hegel berbicara bahwa sebuah kebenaran yang diterima manusia hanya sebagian dari keseluruhan kebenaran itu sendiri. Kebenaran yang menyeluruh akan manusia dapatkan apabila mereka melakukan proses dialektis. Sebuah proses di mana sebuah thesis bertemu antithesis sehingga menghasilkan synthesis yang kemudian akan menjadi thesis yang baru dan begitu seterusnya. Puncak proses dialektis telah tercapai saat manusia menemukan Ide Mutlak dan sekaligus mengakhiri gerak dialektis. Teori Hegel ini diadopsi Marx untuk membuat teori baru yang disebut Materialisme Dialektis dan Dialektis Historis.

            Materialisme dialektis berbicara proses dialektis dalam dunia kebendaan, bukan hanya di alam pikiran manusia saja seperti yang dikatakan Hegel. Menurut Marx, sebuah fenomena sosial memiliki bibit-bibit kontradiksi intern yang berperan sebagai antithesis dalam gerak dialektis. Kemudian akan menghasilkan sebuah negasi hasil pergumulan fenomena tadi dan kontradiksinya.

            Materialisme historis berasal dari pokok-pokok materialisme dialektis yang Marx gunakan dalam menganalisa masyarakat. Dan karena Marx meninjau sejarah dan perubahan masyarakat dari sisi ekonomi, maka teori ini sering disebut juga “analisa ekonomi terhadap sejarah”. Sebuah perubahan mula-mula terjadi di basis masyarakat yang bersifat ekonomis. Kemudian akan menggetarkan struktur atasnya yang berupa kebudayaan. Marx melihat bahwa ada gerak dialektis yang nyata terjadi dalam masyrakat, khususnya di Eropa Barat tempat dia berada. Pada zaman dahulu, masyarakat berbentuk komunal primitive yaitu sebuah bentuk masyarakat yang tidak mengenal kelas dan tidak mengenal milik pribadi. Selanjutnya masyarakat itu berubah menjadi masyarakat yang mengenal kepemilikan pribadi dan pembagian kerja. Sejak adanya kelas itulah gerak dialektis dimulai. Pertentangan antar kelas menghasilkan sebuah perubahan ke bentuk masyarakat baru. Seperti contohnya konflik budak dan pemiliknya menghasilkan masyarakat feodal yang nantinya menimbulkan konflik antara penggarap tanah dan para pemilik tanah yang menghasilkan masyarakat kapital. Masyarakat kapital ini mengandung bibit-bibit konflik antara kaum pemilik modal dan buruh. Marx yakin bahwa gerak dialektis akan berakhir saat kaum buruh menang dan terciptalah tatanan masyarakat komunis.

            Dalam pertarungannya, masyarakat atau yang di sini lebih tepat sebagai kaum buruh, diperkenankan memakai cara-cara revolusioner termasuk kekerasan untuk meruntuhkan semua unsur kapitalis dalam masyarakat. Meskipun yang dituju oleh Marx ialah sebuah masyarakat tanpa kelas yang tak mengenal kepemilikan pribadi dan tiadanya eksploitasi dan paksaan dari pihak manapun.

Marx selalu berkata masyarakat komunis, bukan negara komunis. Itu disebabkan menurut Marx negara hanyalah sebagai alat dalam masa transisi menuju masyarakat komunis setelah dihancurkannya kapitalisme. Negara sebagai diktator revolusioner kaum proletar untuk melancarkan jalannya menuju masyarakat komunis. Dalam tahap transisi ini terjadi demokrasi yang berasal dari kaum mayoritas yaitu rakyat terhadap kaum penindas atau kaum kapitalis dan membuat kaum tersebut hilang dari demokrasi. Sedangkan demokrasi di negara kapitalis, menurut Lenin, hanyalah bentuk demokrasi dari kaum minoritas yang dominan terhadap kaum mayoritas yang tidak memiliki hak demokratis. Selama kaum proletar masih membutuhkan negara, maka negara masih ada sebagai alat tetapi setelah tercapainya masyarakat komunis, negara akan lenyap dengan sendirnya. Lenin juga berkata bahwa negara akan lenyap manakala masyarakat berkerja sesuai kemampuannya dan menerima sesuai kebutuhannya.

Marxisme ditafsirkan oleh banyak orang yang menghasilkan pandangan yang berbeda-beda. Namun yang unik adalah ajaran ini pertama kali diusahakan untuk di terapkan di Eropa Timur tepatnya di Uni Soviet dengan pemimpin mereka yaitu Lenin. Marxisme-Leninisme atau komunisme ini terus dilajutkan oleh para pemimpin Uni Soviet dengan berbagai perubahan yang mereka lakukan. Tercatat Stalin, Kruschev, memiliki penafsiran dan penambahan di berbagai aspek dalam menjalankan komunisme. Stalin dikenal bertangan besi dan tak segan berperang dengan siapapun yang menghalangi jalannya. Sedangkan Kruscev berbanding terbalik, teorinya sering disebut Neo Revision karena beranggapan bahwa perang bisa dihindari dan Uni Soviet bisa hidup berdampingan secara damai dengan negara lain yang  berlainan sistem sosialnya (co-existence).

05:21 pm, BY sargani