Dua hari tak hujan, dia masih berjalan
Kutanya, “Kapan pulang?”
Jawabnya, “Nanti sesudah petang.”
Tanah mulai terbelah ketika dia terus melangkah
Kukata, ”Aku sudah datang.”
Jawabnya, “Sebaiknya kau pulang.”
Surya mengakar Bumi,
dan dia tak akan berhenti.
Hari berlari…
Kini,
hujan turun beserta semua pesannya
Jendela basah, mengembunkan bibirnya.
“Telah kumenangkan, perang melawan kutukan. Kau tahu aku benci berperang, aku juga ingin pulang. Di sini aku sekarang. Kemarilah”
Aku tak beranjak, ketahuilah.